Kesehatan telinga adalah sangat penting, kurang atau salahnya perawatan memang membahayakan, mungkin salah satunya adalah penggunaan cotton bud yang malah akan mendorong kotoran masuk. Seharusnya secara alami, cairan dalam telinga yang sering disebut sebagai Cerumen akan mengeluarkan kotoran-kotoran yang masuk termasuk menghindarkan hewan serangga masuk ke dalam lubang telinga.
Kotoran pada telinga
Ketika cairan cerumen dan kotoran sudah menggumpal, kita akan merasa tidak nyaman dengan telinga kita, pendengaran akan sangat berkurang, bahkan yang paling parah akan menyebabkan infeksi yang menyebabkan tuli. Gumpalan ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan anak-anak sekalipun. Selanjutnya kita akan memeriksakan ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), dokter memakai metodenya masing-masing, ada yang dengan cara disedot, ditarik dengan alat dan lain-lain, salah satu metode terbaik yang digunakan dokter untuk membersihkannya adalah dengan menyemprotkan air ke dalam lubang telinga.
Video Youtube berikut ini akan menunjukkan metode pembersihan dengan air oleh dokter, video ini mengandung konten yang menjijikkan, untuk itu mohon untuk yang tidak kuat melihat jangan klik Play. Akan saya sertakan juga video metode pembersihan dengan air yang dilakukan sendiri, bukan oleh dokter, saya sarankan untuk tidak menirunya karena bisa membahayakan, segera kunjungi dokter keluarga Anda untuk konsultasi lebih lanjut.
Kecerdasan manusia di dunia kedokteran memang luar biasa, salah satunya dibuktikan dengan difungsikannya kembali pendengaran bagi penyandang tunarungu / tuli dengan bantuan alat elektronik.
Tunarungu Mulai Bisa Mendengar
Prosedurnya adalah dengan implantasi koklea dalam otak dengan pembedahan. Dokter menanamkan sebuah alat ke dalam otak yang kemudian alat itu nanti terhubung dengan alat eksternal lain sebagai sensor penerima suara sekaligus battery. Konon biayanya berkisar 100.000 US Dollar.
Video Youtube di bawah ini menunjukkan ekspresi/reaksi para penyandang tunarungu saat pertama kali mendengar, sangat mengharukan, bagi mereka momen ini sangat luar biasa, dimana semasa hidupnya sama sekali tidak mendengar apapun dan kini mereka mendengar suaranya sendiri, suara keluarganya, keramaian, dan lain-lain. Bagi Anda yang bukan penyandang tunarungu semoga Anda bisa lebih bersyukur, dan bagi Anda penyandang tunarungu bahwa masih ada harapan, tetap semangat semoga Anda disegerakan menjadi bagian dari mereka yang sudah bisa mendengar. Yuk kita simak video berikut ini:
Sebelumnya saya mohon maaf bahwa video yang saya sertakan berikut ini mengandung gambar yang menjijikkan atau Disturbing Picture. Jangan putar videonya apabila Anda belum dewasa dan atau merasa tidak enak badan apabila melihat gambar yang menjijikkan.
Video ini menyertakan kegiatan mahluk hidup berupa belatung untuk tujuan pengobatan dan diambil gambarnya tanpa sensor. Kebijaksanaan pembaca sangat diharapkan.
Di Indonesia sekitar 10 juta penduduknya hidup dengan diabetes, bahkan mendapatkan peringkat ke 5 berdasarkan jumlah penderita dari seluruh dunia. Diabetes banyak disebabkan oleh nasi yang mengandung gula / glukosa yang sangat tinggi yang sayangnya adalah makanan pokok di Indonesia. Penyakit yang menyertai Diabetes ini biasanya adalah gagal ginjal.
Video Youtube berikut ini adalah salah satu terapi untuk luka terbuka yang disebabkan oleh diabetes oleh dokter di luar negeri, dari mulai belatung dimasukkan sampai hasil akhir terapi itu.
Menurut pengamatan saya pribadi dengan logika sederhana, terapi ini memang efektif, belatung lebih pintar memilih mana jaringan tubuh yang hidup dan mana yang mati, sehingga apabila jaringan tubuh yang mati itu sudah terangkat oleh belatung, maka yang tinggal adalah jaringan yang hidup, jadi setelah kadar gula normal, maka jaringan hidup akan tersambung dengan sendirinya dan luka terbuka itu akan segera pulih kembali, bisa dilihat pada bagian akhir Video Youtube di atas.
Saya belum mencari efek samping dari terapi ini, tetapi apabila Anda atau keluarga ada yang menderita penyakit diabetes / penyakit gula dan terdapat luka terbuka, coba konsultasikan dengan Dokter Keluarga Anda mengenai terapi ini, mungkin bisa menjadi Alternatif Pengobatan.
Previously I apologize that I included the following video contains images that disgusting or Disturbing Picture. Do not play the video if you are a minor or feel unwell when viewing pictures were disgusting. This video includes activities of living beings in the form of maggots for medicinal purposes and photographed without censorship. Reader discretion is desirable. In Indonesia, about 10 million people living with diabetes, even getting ranked 5th by the number of patients from around the world. Diabetes is caused by a lot of rice containing sugar / glucose is very high, which unfortunately is the staple food in Indonesia. Diabetes is a disease that usually accompanies kidney failure. The following YouTube video is one therapy for the open wound caused by diabetes by physicians abroad, from maggots inserted until the final results of the therapy. According to my observations personally with simple logic, this therapy is indeed effective, maggots smarter choose which body tissues are alive and which are dead, so that when the body tissues are dead already lifted by maggots, then living is living tissue, so after levels normal sugar, it will be connected with the living tissue itself and open wounds that would soon recover, can be seen at the end of the Youtube Video above. I'm not looking for the side effects of this therapy, but if you or a family there who suffer from diabetes / diabetes and there is an open wound, try to consult with your family doctor about this therapy may be an alternative treatment.
Memang sangat sederhana, bagaimana manusia bisa mengeluarkan suara untuk berbicara, berteriak, bernyanyi, dan lain-lain. Alat apakah yang terdapat dalam tenggorokan kita ?. Beberapa orang teman sempat saya tanyai apakah pernah melihat Alat Canggih buatan Tuhan yang membuat kita bisa bersuara, 95% mereka belum pernah melihatnya sejak lahir. Tetapi memang bagi Anda yang menguasai dunia kedokteran mungkin sudah tidak asing lagi.
Alat itu dinamakan Pita Suara, atau Larynx, atau Human Sound Box, sebuah ciptaan Tuhan yang sangat indah yang setiap hari kita bisa dengar walaupun mungkin tidak bagi Anda yang Berkebutuhan Khusus (Maaf).
Alat ini berupa dua buah membran tipis berwarna putih yang bisa bergetar bersama angin dari paru-paru menghasilkan frekuensi suara, bisa saling berdekatan dan berjauhan tergantung tinggi rendahnya nada. Untuk lebih detailnya bisa kita lihat dalam Video Youtube melalui kamera endoskopi tran-nasal (lewat hidung) berikut ini:
Semoga kita semakin pandai bersyukur atas Nikmat Tuhan yang telah diberikan.
It is very simple, how humans can make a sound to speak, shout, sing, and others. What tool is contained in our throat?. Some of my friends had ever seen ask whether artificial Advanced Tools God that enables us to speak out, 95% they have never seen it. But it is for those who master the world of medical may already be familiar. The device is called the Larynx, or Human Sound Box, a very beautiful creation of God that every day we could hear even though it may not be for you the "Special Needs" (sorry). This tool is a two thin white membrane that can vibrate with the wind from the lungs produce sound frequencies, can be close together and apart depending on the level of tone. For more details we can see in the YouTube video above with trans-nasal endoscopy camera. Hopefully we get better at grateful for the favors of God that has been given.